PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jambi menggelar
kegiatan Jambore yang betempat di Lapangan Garuda Kabupaten Batanghari,
23 – 25 September 2014. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh pelaku PNPM
Mandiri Perdesaan dari 9 kabupaten dalam Provinsi Jambi.
Sebanyak 877 orang pelaku PNPM Mandiri Perdesaan hadir dalam kegiatan itu. Rincian peserta terdiri dari 19 orang panitia dari provinsi, 45 orang Satker Kabupaten, konsultan dan supporting staff, RMC II Provinsi sebanyak 10 orang, Faskab 27 orang, PjO Kecamatan 94 orang, BKAD 94 orang, Pendamping Lokal Perguliran 24 orang, Pendamping Lokal 94 orang, UPK 282 orang, Setrawan Kecamatan Integrasi 19 orang, Setrawan Kabupaten 3 orang, dan Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Teknik Kecamatan sebanyak 166 orang.
Selain peserta yang sudah ditentukan tersebut, seluruh pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Batanghari turut terlibat baik sebagai peserta maupun sebagai panitia lokal yang membantu kelancaran kegiatan.
Berbeda dengan kegiatan serupa ditahun sebelumnya, selain kegiatan lomba stand terbaik, lomba foto, dan cerdas cermat, kali ini juga diiisi dengan sejumlah perlombaan hiburan yang bertujuan memberikan keceriaan serta menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama pelaku. Kegiatan tambahan tersebut adalah lomba tarik tambang, lomba lari karung estafet, lomba masukkan paku ke dalam botol, serta pertandingan futsal.
Pada lomba stand terbaik, pelaku PNPM di 9 kabupaten berloba untuk menunjukkan kreativitas dalam menampilkan stand bernuansa kearifan lokal sehingga keunikan desain stand menggambarkan ciri khas masing-masing kabupaten.
Begitu juga halnya dengan isi serta informasi di dalam stand, setiap kabupaten menampilkan berbagai produk industri rumah tangga yang diolah oleh kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) binaan mereka. Disisi informasi, tim kabupaten juga diwajibkan menampilkan informasi detail tentang pelaksanaan PNPM yang telah dilakukan.
Pelaksanaan stand pameran dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri dengan pengguntingan pita serta kunjungan ke stand PNPM Mandiri Perdesaan.
Pada lomba foto, masing-masing kabupaten mengirimkan tiga foto dengan kualifikasi berbeda. Masing-masing foto harus menggambarkan kegiatan infrastruktur, kegiatan dana bergulir, dan kegiatan penerapan prinsip PNPM Mandiri Perdesaan.
Sementara perlombaan cerdas cermat pertanyaan dewan juri berisikan pengetahuan peserta terhadap PNPM Mandiri Perdesaan serta adat istiadat Provinsi Jambi. Selain itu juga, para peserta juga diwajibkan memiliki kreativitas dalam bentuk yel-yel yang ditampilkan sebelum perlombaan dimulai.
Suasana heboh tampak pada pelaksanaan lomba cerdas cermat. Bahkan para pendukung dari masing-masing kabupaten juga meneriakkan yel-yel untuk memberikan semangat kepada utusan mereka yang tengah berlomba.
Hj. Yusniana Hasan Basri juga ikut menyaksikan perlombaan cerdas cermat yang diberi tema prestasi, keceriaan, kekeluargaan, dan kekompakan itu. Bahkan pihak panitia memberikan kesempatan kepada Hj. Yusniana untuk membacakan tiga soal rebutan yang kesemuanya dapat dijawab oleh peserta lomba.
Acara puncak pelaksanaan Jambore PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan BBGRM IX, HKG PKK ke-42, dan gelar TTG tingkat Provinsi Jambi yang dihadiri oleh Mendagri RI diwakili oleh Dirjen PMD Kemendagri Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Si, Gubernur Jambi, serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi.
Acara puncak dimeriahkan dengan tarian massal yang menggambarkan semangat gotong royong yang telah menjadi budaya ditengah masyarakat. Disamping itu, Dirjen dan Gubernur juga disuguhi teriakan yel-yel dari masyarakat yang menginginkan kelanjutan PNPM Mandiri Perdesaan.
Dalam sambutannya, Gubernur mengharapkan budaya gotong royong dapat terus ditingkatkan. Dengan berbagai program pengentasan kemiskinan, baik program pemrintah pusat maupun program pemerintah provinsi dan kabupaten telah menunjukkan hasil dengan menurunnya angka kemiskinan di provinsi Jambi.
Sementara dalam sambutan Mendagri, Dirjen PMD menyambut antusias semangat pelaku PNPM Mandiri Perdesaan. Kelanjutan PNPM kata Dirjen, merupakan harapan semua pihak. “Kelanjutan PNPM merupakan harapan kita semua, saya akan lapor ke Pak Menteri,” kata Dirjen PMD.
Pada acara puncak juga dilakukan penyerahan bantuan sosial dan hadiah anugerah Sikompak Award dan perlombaan dalam dalam rangkaian jambore PNPM Mandiri Perdesaan. Penerima hadiah tersebut adalah, UPK Bajubang Batanghari sebagai UPK terbaik 1, UPK Muara Siau Merangin sebagai UPK terbaik 2, dan UPK Batangasam Tanjung Jabung Barat sebagai UPK terbaik 3.
Selanjutnya Akmal Yusuf (Mersam-Batanghari) sebagai BKAD terbaik 1, Kartono (Sungai Bahar-Muaro Jambi) sebagai terbaik 2, dan Tarboni (VII Koto-Tebo) sebagai BKAD terbaik 3.
Desa Rantau Kapas (Batanghari) sebagai Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) terbaik 1, Desa Tanjung Pauh 32 sebagi terbaik 2, dan Desa Simpang Kertopati sebagai terbaik 2.
Kemudian ada Nur Irawati (Sungai Bahar) sebagai Pendamping Lokal terbaik 1, Lambun Danai (Pelawan) terbaik 2, dan M. Hasyim (Pelepat) sebagai terbaik 3. Khusus Nur Irawati sebelumnya juga telah mendapat penghargaan sebagai PL terbaik tingkat Nasional. Rina Kusnarini (FK Sitinjau Laut) sebagai Fasilitator Kecamatan terbaik 1, Ependi (FK Mandiangin) sebagai terbaik 2, dan Wisnu (FT Berbak) sebagai terbaik 3.
Pada kategori Desa dengan Pemeliharaan terbaik, Desa Mandiangin mendapatkan peringkat 1, Desa Ibru urutan 2, serta Desa Muara Madras diposisi 3.
Sementara pada lomba kegiatan Jambore, Kabupaten Batanghari dinobatkan sebagai Juara Umum. Para pemenang rangkaian Jambore itu adalah, lomba cerdas cermat dimenangkan oleh Baranghari, Bungo diposisi kedua, dan disusul oleh Tanjung Jabung Timur. Pada lomba foto, Tebo sebagai terbaik 1, disusul Batanghari dan Merangin.
Kabupaten Kerinci menjadi pemenang pada lomba stand terbaik yang disusul Merangin dan Tanjung Jabung Barat. Pada lomba Futsal, kembali Batanghari memimpin dengan diikuti oleh Merangin dan Bungo.
Kemudian di cabang balap karung estafet, Tebo unggul yang diikuti oleh Muaro Jambi dan Sarolangun. Cabang tarik tambang, Batanghari menjadi pemenang 1 yang berturut-turut diikuti oleh Tanjung Jabung Timur dan Bungo.
Cabang lomba masukkan paku kedalam botol, Tanjung Jabung Timur unggul dengan diikuti oleh Bungo dan Sarolangun.
Penulis : Mensediar, Sp. IEC, Jambi
Sebanyak 877 orang pelaku PNPM Mandiri Perdesaan hadir dalam kegiatan itu. Rincian peserta terdiri dari 19 orang panitia dari provinsi, 45 orang Satker Kabupaten, konsultan dan supporting staff, RMC II Provinsi sebanyak 10 orang, Faskab 27 orang, PjO Kecamatan 94 orang, BKAD 94 orang, Pendamping Lokal Perguliran 24 orang, Pendamping Lokal 94 orang, UPK 282 orang, Setrawan Kecamatan Integrasi 19 orang, Setrawan Kabupaten 3 orang, dan Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Teknik Kecamatan sebanyak 166 orang.
Selain peserta yang sudah ditentukan tersebut, seluruh pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Batanghari turut terlibat baik sebagai peserta maupun sebagai panitia lokal yang membantu kelancaran kegiatan.
Berbeda dengan kegiatan serupa ditahun sebelumnya, selain kegiatan lomba stand terbaik, lomba foto, dan cerdas cermat, kali ini juga diiisi dengan sejumlah perlombaan hiburan yang bertujuan memberikan keceriaan serta menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama pelaku. Kegiatan tambahan tersebut adalah lomba tarik tambang, lomba lari karung estafet, lomba masukkan paku ke dalam botol, serta pertandingan futsal.
Pada lomba stand terbaik, pelaku PNPM di 9 kabupaten berloba untuk menunjukkan kreativitas dalam menampilkan stand bernuansa kearifan lokal sehingga keunikan desain stand menggambarkan ciri khas masing-masing kabupaten.
Begitu juga halnya dengan isi serta informasi di dalam stand, setiap kabupaten menampilkan berbagai produk industri rumah tangga yang diolah oleh kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) binaan mereka. Disisi informasi, tim kabupaten juga diwajibkan menampilkan informasi detail tentang pelaksanaan PNPM yang telah dilakukan.
Pelaksanaan stand pameran dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Yusniana Hasan Basri dengan pengguntingan pita serta kunjungan ke stand PNPM Mandiri Perdesaan.
Pada lomba foto, masing-masing kabupaten mengirimkan tiga foto dengan kualifikasi berbeda. Masing-masing foto harus menggambarkan kegiatan infrastruktur, kegiatan dana bergulir, dan kegiatan penerapan prinsip PNPM Mandiri Perdesaan.
Sementara perlombaan cerdas cermat pertanyaan dewan juri berisikan pengetahuan peserta terhadap PNPM Mandiri Perdesaan serta adat istiadat Provinsi Jambi. Selain itu juga, para peserta juga diwajibkan memiliki kreativitas dalam bentuk yel-yel yang ditampilkan sebelum perlombaan dimulai.
Suasana heboh tampak pada pelaksanaan lomba cerdas cermat. Bahkan para pendukung dari masing-masing kabupaten juga meneriakkan yel-yel untuk memberikan semangat kepada utusan mereka yang tengah berlomba.
Hj. Yusniana Hasan Basri juga ikut menyaksikan perlombaan cerdas cermat yang diberi tema prestasi, keceriaan, kekeluargaan, dan kekompakan itu. Bahkan pihak panitia memberikan kesempatan kepada Hj. Yusniana untuk membacakan tiga soal rebutan yang kesemuanya dapat dijawab oleh peserta lomba.
Acara puncak pelaksanaan Jambore PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan BBGRM IX, HKG PKK ke-42, dan gelar TTG tingkat Provinsi Jambi yang dihadiri oleh Mendagri RI diwakili oleh Dirjen PMD Kemendagri Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Si, Gubernur Jambi, serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi.
Acara puncak dimeriahkan dengan tarian massal yang menggambarkan semangat gotong royong yang telah menjadi budaya ditengah masyarakat. Disamping itu, Dirjen dan Gubernur juga disuguhi teriakan yel-yel dari masyarakat yang menginginkan kelanjutan PNPM Mandiri Perdesaan.
Dalam sambutannya, Gubernur mengharapkan budaya gotong royong dapat terus ditingkatkan. Dengan berbagai program pengentasan kemiskinan, baik program pemrintah pusat maupun program pemerintah provinsi dan kabupaten telah menunjukkan hasil dengan menurunnya angka kemiskinan di provinsi Jambi.
Sementara dalam sambutan Mendagri, Dirjen PMD menyambut antusias semangat pelaku PNPM Mandiri Perdesaan. Kelanjutan PNPM kata Dirjen, merupakan harapan semua pihak. “Kelanjutan PNPM merupakan harapan kita semua, saya akan lapor ke Pak Menteri,” kata Dirjen PMD.
Pada acara puncak juga dilakukan penyerahan bantuan sosial dan hadiah anugerah Sikompak Award dan perlombaan dalam dalam rangkaian jambore PNPM Mandiri Perdesaan. Penerima hadiah tersebut adalah, UPK Bajubang Batanghari sebagai UPK terbaik 1, UPK Muara Siau Merangin sebagai UPK terbaik 2, dan UPK Batangasam Tanjung Jabung Barat sebagai UPK terbaik 3.
Selanjutnya Akmal Yusuf (Mersam-Batanghari) sebagai BKAD terbaik 1, Kartono (Sungai Bahar-Muaro Jambi) sebagai terbaik 2, dan Tarboni (VII Koto-Tebo) sebagai BKAD terbaik 3.
Desa Rantau Kapas (Batanghari) sebagai Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) terbaik 1, Desa Tanjung Pauh 32 sebagi terbaik 2, dan Desa Simpang Kertopati sebagai terbaik 2.
Kemudian ada Nur Irawati (Sungai Bahar) sebagai Pendamping Lokal terbaik 1, Lambun Danai (Pelawan) terbaik 2, dan M. Hasyim (Pelepat) sebagai terbaik 3. Khusus Nur Irawati sebelumnya juga telah mendapat penghargaan sebagai PL terbaik tingkat Nasional. Rina Kusnarini (FK Sitinjau Laut) sebagai Fasilitator Kecamatan terbaik 1, Ependi (FK Mandiangin) sebagai terbaik 2, dan Wisnu (FT Berbak) sebagai terbaik 3.
Pada kategori Desa dengan Pemeliharaan terbaik, Desa Mandiangin mendapatkan peringkat 1, Desa Ibru urutan 2, serta Desa Muara Madras diposisi 3.
Sementara pada lomba kegiatan Jambore, Kabupaten Batanghari dinobatkan sebagai Juara Umum. Para pemenang rangkaian Jambore itu adalah, lomba cerdas cermat dimenangkan oleh Baranghari, Bungo diposisi kedua, dan disusul oleh Tanjung Jabung Timur. Pada lomba foto, Tebo sebagai terbaik 1, disusul Batanghari dan Merangin.
Kabupaten Kerinci menjadi pemenang pada lomba stand terbaik yang disusul Merangin dan Tanjung Jabung Barat. Pada lomba Futsal, kembali Batanghari memimpin dengan diikuti oleh Merangin dan Bungo.
Kemudian di cabang balap karung estafet, Tebo unggul yang diikuti oleh Muaro Jambi dan Sarolangun. Cabang tarik tambang, Batanghari menjadi pemenang 1 yang berturut-turut diikuti oleh Tanjung Jabung Timur dan Bungo.
Cabang lomba masukkan paku kedalam botol, Tanjung Jabung Timur unggul dengan diikuti oleh Bungo dan Sarolangun.
Penulis : Mensediar, Sp. IEC, Jambi
sumber : http://www.pnpm-perdesaan.or.id/?page=news&topic=Pelatihan&id=309






0 komentar:
Posting Komentar